Si Kecil Yang Dahsyat
Barangkali judul diatas membuat pembaca beranggapan bahwa kolom ini akan menceritakan kisah seorang anak kecil yang mungil, imut, lucu dan cerdas yang sedang bermain serta memberikan suasana kebahagiaan bagi orang yang berada disekefilingnya, karena “ Si Kecil “ seringkali menjadi sebutan hangat buat anak-anak. Namun disini saya akan menceritakan bahwa temyata Allah SWT pengenggam alam semesta ini sangat luar biasa menciptakan manusia dengan segala ke istimewaannya di bandingkan mahluk lain ciptaan-Nya.
Karena sejak dilahirkan manusia sudah berada pada kondisi yang luar biasa berperan sebagai pemenang dari ratusan juta sel sperma yang berlombalomba masuk kedalam rahim. Didalam Al Qur’an dan kajian keilmuan yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya adalah salah satunya akal ( al MT) atau dalam ilmu kedokteran disebut Otak ( brain ) namun saya lebih suka menyebutnya “si kecil yang dahsyat”, kenapa? karena organ tubuh manusia yang satu ini termasuk bagian yang kecil dalam struktur anatomi manusia, beratnya hanya 1 pounds atau sama dengan 0,453592 kilo (dibulatkan menjadi setengah kilo), memiliki sel saraf 100 milyar dan sel penunjangnya dua kali lebih banyak ( sekitar 200 milyar ), apalagi jika hubungan mereka membentuk sinaps sebanyak 100 trilyun, maka sudah dipastikan jumlahnya jauh lebih banyak dari galaksi di alam semesta ini, dan kemudian jika kita hargai satu sel saraf saja RP. 1 maka bisa dipastikan juga kita telah memiliki kekayaan sebesar 300 milyar di awal kehidupan kita ( sejak lahir ) wow dahsyat luar biasa.namun kita sering kali tidak sadar bahwa didalam diri kita terdapat sumber kekuatan yang akan mengantarkan kita kepada kualitas hidup, hal ini di tandai kepercayaan diri yang lemah, merasa diri tidak mampu, pasrah dengan takdir dan kehidupan. Pada hal itu semua bisa dirubah dengan otak kita, jika otak dipelihara dan dioptimalkan funsinya sebagai stimulus (pemberi ransangan) dalam tubuh kita, karena menurut Mariam C. Diamond, guru besar neuroanatomi di Departement Of Integrative Biologi University of California bahwa otak adalah pusat perintah dalam organ tubuh manusia, otak yang memberikan dan menagkap isyarat, kemudian mengantarkan ransangan dalam tubuh dan memerintahkan keseluruh organ tubuh manusia. Maka bisa dipastikan bahwa jika otak kita dipelihara dengan baik dioptimalkan dengan tepat tidak ada manusia yang terpuruk, bodoh, miskin, jahat lemah, namun sebaliknya jika otak kita pelihara dan dioptimalkan maka kita akan menjadi “raja”. Sebuah data menunjukan bahwa 98 dari 100 CEO (Chief Executive Officer) di amerika yang diteliti termasuk Bill Gates pemilik Microsoft perusahaan raksasa IT di amerika ini bahkan produknya hampir ada di seluruh Negara di dunia, menggunakan otaknya untuk berpikir sebanyak 21 jam setiap hari (Anthony Robin.red ), dan sebuah penelitian yang dilakukan para neuorolog di amerika untuk melihat perkembangan otak melalui 2 (dua) kelompok tikus, kelompok pertama adalah seekor tikus yang yang sehari-harinya berada dalam sebuah sangkar kecil dan diberi makan, sedangkan kelompok kedua adalah puluhan tikus yang sehari-harinya berada didalam ruangan yang luas dan harus berebut hanya sekedar untuk makan, hal ini dilakukan selama 3 bulan dan ternyata setelah dilakukan pembedahan otak terhadap kedua kelompok tikus tersebut, temyata seekor tikus yang yang sehari-harinya berada dalam sebuah sangkar kecil dan diberi makan, sambungan membrane sarafnya sangat lemah, berbeda dengan puluhan tikus yang sehari-harinya berada didalam ruangan yang luas dan harus berebut hanya sekedar untuk makan, sambungan membrane saraf otaknya sangat kuat ( Tung Desem Waringin.red ), yang jelas otak kita tidak seperti otak tikus yang saya ceritakan tetapi setidaknya kita dapat mengambil sebuah gambaran dari penelitian diatas, artinya semakin banyak kita bergerak dan mengoptimalkan otak kita maka semakin tinggilah kualitas hidup kita. Pertanyaannya sudah berapa jam kah dalam sehari otak ini kita ajak serius untuk berpikir dan masih yakinkah anda bahwa dalam diri anda ada kekuatan yang dahsyat serta apakah kita akan menjadi pecundang di era global ? Wallahu ‘alam
Oleh : Muheri Abdui Azhari, SH ( Director and Consultant Adzkia Group Tebing Tinggi)
