Dinar the Real Money

(Dinar Emas, Uang dan Investasiku)

Penulis: Muhaimin Iqbal Penerbit: Gema Insani

Inflasi yang berarti menurunnya daya beli uang, adalah faktor ketidakpastian terbesar yang paling sulit diatasi. Laju inflasi akan semakin menurunkan nilai uang kertas. Tak heran bila pada tahun 1923 nilai uang kertas di Jerman terpuruk serendah-rendahnya karena laju inflasi yang gila-gilaan. Hingga segerobak uang kertas hanya dapat ditukar dengan beberapa potong roti saja.

Keadaan seperti ini sudah terjadi berkali-kali dalam sejarah ekonomi dunia. Akhirnya sebagaian masyarakat dunia pun tersadar bahwa uang kertas tak akan pernah bisa stabil selamanya. Emas kembali mendapat perhatian sebagai Investasi yang lebih amanketimbang uang kertas. Bahkan Dinar sebagai mata uang emas – yang telah digunakan sejak masa  Rasulullah SAW – ternyata bisa juga dijadikan sebagai alat tukar yang digunakan dalam keseharian, tentunya dengan sistem yang sudah dikembangkan juga.

Berbeda dengan uang kertas, Dinar punya harga yang stabil sejak zaman nabi sampai saat ini. Kalau di zaman itu seekor kambing bisa dibeli dengan 1 Dinar (sekitar Rp. 1.171.700,-). Sebagai emas, keberlakuan Dinar melintasi berbagai tempat dan negara.

Buku yang berisi artikel-artikel yang telah dimuat di blog www.GeraiDinar.com ini menjawab segala keingintahuan banyak orang tentang investasi emas dan Dinar ini. Penulis, sebagai praktisi usaha sekaligus  akademisi, menguraikan segala hal tentang emas dan Dinar serta kondisi ekonomi global yang mengitarinya dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami. Membaca buku ini membuat kita berpikir ulang tentang investasi dalam uang kertas yang selama ini telah kita lakukan. Kembali ke Dinar bisa jadi langkah yang bijaksana dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia.

Tinggalkan Balasan