Kabut tipis masih menyungkup Medan. Dan titik-titik embun di dedaunan berkilau dibias temaram lampu jalan.
Kukuakkan daun jendela lebar-lebar. Seketika udara segar menerobos masuk — perlahan kuhirup dalam-dalam. Kuedarkan pandangan ke jalan. Masih sepi. Tak satu kendaraan pun yang melintas.
Tiba-tiba mataku menangkap sesosok tubuh yang meringkuk di bawah sebatang pohon di tepi jalan. Aku tak dapat [...]
DIarsipkan di bawah: Cerpen | Ditandai: kabut, Medan, pacar, tipis | 1 Komentar »
