DIarsipkan di bawah: Motivasi | Leave a Comment »
Motivasi Diri
Apa yang membuat anda tetap hidup seperti sekarang ini? Saya pernah ditanya salah seorang pengusaha rumah makan – sekarang merambah ke swalayan- yang sukses di Kab. Batu Bara Sumut.Yaitu Bapak H. Ahmad Khalili (RM 100) Saya hanya bisa jawab karena “motivasi”. Sebetulnya ga’ kepikiran untuk jawab itu. ternyata jawaban saya sama dengan pendapat beliau. Tanpa sesuatu yang dapat memicu kita untuk tetap berjuang dan melawan kerasnya hidup ini, pastilah saya dan anda atau siapa saja akan ‘mati’. Mati yang dimaksudkan bukan meninggal dunia, melainkan tidak bergerak, tidak bergairah, bawaannya malas aja. Yang pada akhirnya kita akan mempersalahkan nasib diri dengan kata “ya… udah nasib,” “biar sajalah, mau diapain lagi..”.
dah ……… dulu nanti disambung lagi… “kita cari solusi untuk memotivasi diri”.
DIarsipkan di bawah: Artikel | Ditandai: Motivasi, RM 100 | Leave a Comment »
Dinar the Real Money
(Dinar Emas, Uang dan Investasiku)
Penulis: Muhaimin Iqbal Penerbit: Gema Insani
Inflasi yang berarti menurunnya daya beli uang, adalah faktor ketidakpastian terbesar yang paling sulit diatasi. Laju inflasi akan semakin menurunkan nilai uang kertas. Tak heran bila pada tahun 1923 nilai uang kertas di Jerman terpuruk serendah-rendahnya karena laju inflasi yang gila-gilaan. Hingga segerobak uang kertas hanya dapat ditukar dengan beberapa potong roti saja. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Book Review | Ditandai: dinar, emas, investasi, real money | Leave a Comment »
Belajar dari Kesalahan
Kadang kita takut melakukan kesalahan, walaupun itu kecil. karena akan mengakibatkan kerugian. Apakah anda seperti itu??? Mungkin, manusiawi, kan? Sebagaimana yang kita ketahui tidak ada manusia yang sempurna, dalam ungkapan bahasa Inggris “no body perfect in the world.” Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Artikel | Ditandai: dunia usaha | Leave a Comment »
TIDAK PNS, MENGAPA TAKUT?
Beberapa bulan yang lalu pengumuman hasil ujian CPNS Kab. Batu Bara yang diikuti hampir 8.000 peserta, Pemkab Batu Bara hanya menerima 88 orang, sisanya mau diapain? Di berbagai tempat hampir sama kejadiannya seperti itu. Ironisnya orang rela memperebutkan 1 posisi dengan persaingan yang sangat ketat (1 : 100, bahkan lebih). Nah…artinya peluang untuk menjadi PNS sangat kecil sekali. Itulah yang harus dipikirkan oleh setiap orang, bahwa tidak mungkin semua orang dapat menjadi PNS atau menjadi pegawai kantoran, untuk itu carilah peluang usaha yang dapat membawa kepada pencerahan. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Peluang Usaha | Ditandai: offline, online, Peluang Usaha | 4 Komentar »
TEROR
“…Oke ya, nanti kita kontak-kontak lagi,“ tapi kalau ada proyek bagi-bagilah, hahaa…” Aku pun ikut tertawa menanggapi gurauan dan tawanya yang lepas yang selalu mencairkan suasana. Sesungguhnya sebuah gurauan yang lazim diperdengarkan oleh berbagai lapisan masyarakat tapi agaknya itu cenderung sekedar basa-basi, dalam banyak kasus bahkan kata tersebut dimanfaatkan untuk menciptakan postur atau lazim disebut sebagai citra diri ‘sukses’ si penutur kata yang mungkin mereka merasa pantas melakukan itu afau sesungguhnya menutupi keadaannya yang terpuruk jauh dari kata-kata itu. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Cerpen | Leave a Comment »
PARANOID
“Uh, dasar Kevin goblok” rutuk Kevin pada dirinya sendiri. Ditutupnya rapat-rapat pintu kamar. Dilihat dan disentuhnya cd-cd film kesukaannya di meja belajar, Kuntilanak, Tusuk Jelangkung, Pulse dan film-film yang membuatnya sungguh berbeda dengan Keisha.
DIarsipkan di bawah: Cerpen | Ditandai: cewek manis, Kevin, Paranoid | Leave a Comment »
Rara Ada Apa Denganmu?
|
|
Ra ” suara panggilan Angga tidak menyurutkan langkah Rara. Gadis tinggi semampai itu masih berjalan terus tanpa ingin menghentikan langkahnya. Didengarnya derap lari Angga dibelakang. “Ra, apa kita bisa selesaikan ini dengan baik-baik?” Angga sudah berada disampingnya. Rara tak bergeming dia masih melangkahkan kakinya.
“Ra please, dengerin aku dong.” Angga berusaha menghentikan langkah Rara dan berhasil. Rara berhenti namun tetap bungkam. “Ra, hubungan kita sudah lama, kamu mikir dong. Jangan egois begitu.” Rara masih diam.
“Ra, ngomong dong. Kalau kamu seperti ini aku jadi bingung. Kalau aku salah aku minta maaf, tapi aku minta kita tidak berpisah.” Rara belum beranjak dari tempatnya, masih mematung.
“Sudah?” akhirnya Rara bersuara dengan pandangan tajam kedepan. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Cerpen | Ditandai: Ada Apa Denganmu, Rara | Leave a Comment »
A HOK
Kabut tipis masih menyungkup Medan. Dan titik-titik embun di dedaunan berkilau dibias temaram lampu jalan.
Kukuakkan daun jendela lebar-lebar. Seketika udara segar menerobos masuk — perlahan kuhirup dalam-dalam. Kuedarkan pandangan ke jalan. Masih sepi. Tak satu kendaraan pun yang melintas.
Tiba-tiba mataku menangkap sesosok tubuh yang meringkuk di bawah sebatang pohon di tepi jalan. Aku tak dapat melihat secara jelas. Cahaya neon yang terlindung dedaunan membuat remang-remang tepi jalan itu. Namun samar-samar dapat kulihat orang itu sedang memeluk sebuah bungkusan hitam, dan sebuah lagi teronggok di sisinya. Ah, barangkali orang gila –bathinku.
Aku melirik jam di dinding, hampir pukul enam, subuh hampir lewat — kebiasaan buruk!. Tergesa-gesa kuberanjak ke kamar mandi.
DIarsipkan di bawah: Cerpen | Ditandai: kabut, Medan, pacar, tipis | 1 Komentar »
MENUNGGU KEMATIAN
Sang Mentari, baru satu jam yang lalu muncul dari ufuk timur. Cahaya kekunignannya yang menyelinap di sela-sela pohon memberi rasa cerah di pagi ini. Kehangatan cahayanya memberi semangat untuk menjalani hidup yang begitu sulit. Biasanya setiap pagi aku sudah pergi bekerja mencari makan, ditemani kicauan burungburung dan udara segar. Namun, pagi ini berbeda, aku tak bisa kemana-mana. Di dalam kurungan aku menunggu detik-detik kematianku.
Tapi janganlah kau sangka aku ini penjahat. Bukan. Aku ini bukanlah penjahat. Aku bukan perampok kelas kakap yang selalu membunuhi korbannya dengan sadis. Bukan juga aku seorang bandar besar narkoba, yang telah membunuh jiwa jiwa para remaja hingga mereka kehilangan gairah dan semangat untuk hidup.
DIarsipkan di bawah: Cerpen | Ditandai: ayam, mentari, semur | 8 Komentar »
